Doa Tanpa Usaha itu Mustahil
Danar, sapaan akrab dari seorang laki-laki berusia 20 tahun bernama lengkap Danar Kuniawan Sejati. Kini ia sedang melanjutkan studi di Universitas Trisakti jurusan Teknik Pertambangan semester 5. Danar merupakan owner dari konveksi yang bernama Artomoro Apparel yang terletak di Bejen, Jawa Tengah. Artomoro Apparel mulai dirintis oleh Danar sendiri sejak Juli 2019 ketika ia duduk di bangku Sekolah Menengah Atas kelas 10. Alasan Danar memulai usaha di usia muda ini adalah untuk menambah uang jajannya. Selain itu, Danar memiliki pandangan bahwa anak muda lebih baik belajar investasi agar dapat memahami resiko bisnis dan persaingan pasar. Bisnis di bidang konveksi ini dipilih Danar karena menurutnya bisnis yang paling menjanjikan adalah bisnis sandang, pangan, dan papan, karena hal tersebut merupakan kebutuhan primer manusia untuk menjalani kehidupan. Sehingga ia berharap adanya Artomoro Apparel ini dapat membantu memenuhi kebutuhan tersebut dengan harga yang terjangkau. Artomoro Apparel menyediakan berbagai macam produk seperti PDH, PDL, t-shirt, jaket, parka, lanyard, almamater, varsity, topi, jaket outdoor, dan lain-lain.
Awal Danar memulai usaha, ia mendalamkan pengetahuannya tentang usaha konveksi yang akan ia rintis melalui seorang mentor yang dapat membantunya memahami jenis kain, bordir, dan lain-lain. Tetapi ia tidak berdiam diri menjadi ekor, ia tetap mau keluar dari zona nyamannya untuk menjadi kepala di usahanya sendiri. Pertama kali usaha ini berdiri, usaha ini belum memiliki legalitas, namun Danar tak gentar untuk tetap meyakinkan pelanggannya. Pada usianya yang baru menginjak 15 tahun, tentunya ia belum memiliki KTP yang merupakan syarat untuk melegalkan usahanya, namun atas doa restu dan dukungan dari orang tuanya ia dapat melegalkannya. Sampai berjalannya waktu, diusianya yang sekarang ia dapat melegalkan usahanya menggunakan identitas dan KTPnya sendiri.
Tak luput dari tantangan, Danar pernah mengalami resiko bisnis ketika tertipu oleh supplier kain yang ternyata memberikan kain tidak sesuai dengan keinginan atau bisa disebut “down grade”. Semenjak pengalaman itu ia belajar bagaimana agar tidak tertipu dengan supplier kain yaitu kontrak dengan pabrik sebagai tangan pertama sehingga terjamin mutu dan kualitasnya. Selain itu, Danar juga pernah mengalami tantangan yaitu produknya ditiru oleh pihak lain. Danar tidak lantas berputus asa, ia memainkan stategi pemasarannya agar lebih tepat di kalangan konsumen dan tak lupa tetap menjaga standar kualitas yang dimiliki. Menurutnya, pengalaman berharga adalah guru terbaik. Agar tetap eksis, Danar tak ragu memberikan penawaran menarik untuk para konsumennya, seperti menggratiskan ongkos kirim. Tentunya penawaran menarik tersebut tanpa menurunkan kualitas dari produknya, karena prinsip dari konveksi ini adalah “Mengutamakan Kualitas bukan Kuantitas”.
Dalam
merintis usaha ini, Danar meyakini bahwa, “Usaha yang berkah tidak luput dari
sedekah. Sebaik-baiknya kita merencanakan strategi tetap libatkan Tuhan dalam
rencana tersebut.”. Dengan keyakinan ini,
kini Danar dapat mendapatkan pesanan hingga 23 ribu pcs dan meraup keuntungan
sebesar 20 hingga 25 juta setiap bulannya. Selain itu, akun instagram @artomoro.apparel sudah
memiliki pengikut sebanyak 1800 orang. Tak hanya di wilayah Solo dan
sekitarnya, kini Danar sudah melebarkan sayapnya hingga luar jawa, seperti
Aceh, Morowali, dan Ternate.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar